Penggalan Kisah


PENGALAMAN PEMBUATAN SIM C BARU DI BANDUNG(part 2)
November 8, 2014, 10:05 am
Filed under: Uncategorized

Melanjutkan pengalaman pembuatan sim C baru, seminggu setelah gagal mencoba ujian simulator untuk yang kedua kalinya.  Tanggal 5 November 2014 aku datang kembali k kantor polrestabes bandung. Ak sampai di lokasi sekitar pukul 9.30 an dan saat itu ruangan ujian simulator tidak ramai. Ak berikan kertas ceklis tahapan pembuatan sim C kepada petugas, yang disitu dituliskan mengulang ujian simulator. Seketika petugas mempersilakan saya menggunakan simulator, petugas membantu saya hingga mesin motor menyala dan sedikit membantu mengadjust kontrol gas pada motor. Setelah motor jalan ak rasakan memang gas kontrol menjadi lebih responsif daripada minggu lalu, padahal ini adalah simulator yang sama yaitu simulator nomer 3. Karena hal ini, aku dapat leluasa memainkan kecepatan pada simulator dan membuatku lebih nyaman dalam menjalankan tes kali ini. Dengan penuh hati-hati dan konesntrasi tinggi aku terus mengikuti petunjuk pada simulator dan akhirnya aku lulus dengan nilai 100 pada tes kali ini.

Dengan berhasilnya tes simulator maka petugas memintaku menyampaikan dokumen kepada petugas ujian praktek lapangan. Aku merasa sangat percaya diri untuk tes ini karena memang sudah lama aku terbiasa mengendarai sepeda motor. Setelah dokumen dan berkas aku serahkan ke petugas aku dipersilakan menunggu panggilan. Ini sangat lama sekali karena menunggu petugas menyiapkan motor, arena tes dan hal lain. Singkat kata akhirnya waktu menunggu yang lama bisa terlewati sehinggaaku bisa memulai tes praktek lapangan. Sebelum ujian dimulai petugas menyampaikan bahwa untuk saat ini ujian praktek hanya terdiri dari ujian mengendarai pada jalan lurus, jalan berbentuk angka 8 dan zig-zag. Diinformasikan juga bahwa mulai tahun depan juga ada ujian praktek ke jalan raya. Pada ujian kali ini aku kebagian motor bebek seperti honda supra sehingga menggunakan gigi dalam pengoperasiannya, akan tetapi aturan yang diberikan oleh petugas adalah dari awal gigi motor sudah masuk pada posisi 2 dan tidak boleh diganti ganti selama tes berlangsung. Peserta ujian dinyatakann lulus jika berhasil melewati ujian mengendarai motor pada jalan lurus tanpa kaki menyentuh tanah, kemudian melewati jalur berbentuk angka 8 tanpa kaki menyentuh tanah dan berhasil melewati lintasan zig-zag tanpa kaki menyentuh tanah dan tanpa mengerem sepeda motor.

Pada percobaan pertama saya gagal ujian karena kaki sempat menyentuh tanah pada saat melewati lintasan zig-zag. Namun petugas memberikan kesempatan sekali lagi untuk mengulang, memang di setiap tes diberikan kesempatan 2 kali mencoba, sama persis seperti saat ujian simulator. Pada kesempatan kedua di hari yang sama, alhamdulilah aku bisa melewati semua lintasan dan lulus sesuai aturan yang di berikan. Setelah ujian praktek lapangan selesai maka petugas meminta aku menuju ke loket asuransi untuk membayar biaya asuransi sebesar 30ribu rupiah kemudian menuju ke loket 6 untuk menunggu poto Sim. Waktu menunggu poto ini juga sangat lama,sehingga saya habiskan waktu untuk ngobrol ngobrol dengan rekan di sebelah yang sama sama mengantri poto. Singkat waktu namaku dipanggil untuk poto sim dan sembari mengecek kesesuaian data yang akan dicetak di sim. Pada saat pengecekan saya temukan ada kesalahan ketik nomer RW(rukun warga) dan saya dipersilakan membawa dokumen untuk diedit kembali diloket 5 sekalian menunggu hasil pencetakannya. Dalam proses ini tidak terlalu lama dan segera saya mendapatkan hasil Sim C baru saya dengan sangat bangga karena lulus sesuai dengan aturan yang ada tanpa memberikan uang pelicin kepada petugas sama sekali.

Demikian sekilas tentang pengalaman ini, jika ada yang tertarik dan ingin menanyakan mengenai proses yang ada bisa diketik koen di bawah posting ini.



Pengalaman Pembuatan SIM C Baru di Bandung
October 29, 2014, 4:11 am
Filed under: Uncategorized

Sudah lama sekali tidak ada tulisan di blog ini. Oleh karena itu saya mulai menulis lagi, kebetulan saat ini ada pengalaman yang bisa di share mengenai pembuatan SIM C baru di Bandung.

Pada tanggal 22 Oktober 2014 saya menuju ke Polwiltabes Bandung di jalan Jawa, saya datang cukup pagi sekitar jam 7.30 sudah di lokasi. Saya bertanya kepada petugas bagaimana proses untuk membuat SIM C baru, seorang petugas menyampaikan bahwa saya perlu memiliki surat keterangan sehat dari dokter dan beliau menunjukkan lokasi terdekat untuk mendapatkan surat tersebut yaitu di jalan nias dalam tidak jauh dari kantor polwiltabes bandung. Saya bergegas menuju lokasi di nias dalam, dan saya liat ada papan nama dokter umum lalu saya masuk dan antri untuk diperiksa. Kebanyakan pasien disini memang memiliki tujuan yang sama seperti saya. Setelah menunggu beberapa menit tiba giliran saya untuk diperiksa, pemeriksaan buta warna dan tekanan darah saja. Disampaikan bahwa kondisi tekanan darah saya normal dan surat keterangan sehat pun diberikan dengan biaya 40.000 rupiah. Petugas tersebut juga menyampaikan bahwa sya perlu fotokopi KTP untuk pendaftaran sim C baru di loket 1(loket pendaftaran).

Setelah mendapatkan surat keterangan sehat saya kembali ke polwiltabes dan memfotokopi ktp, lalu saya menuju loket 1 menyampaikan KTP asli, fotocopi KTP dan surat keternagn sehat tersebut. Setelah dokumen diserahkan ke loket 1 saya diminta petugas untuk menunggu di bangku yang sudah disediakan(sudah penuh dengan pemohon sim). Beberapa saat menunggu, petugas memanggil nama saya dengan memberikan  beberapa dokumen dalam satu berkas dan meminta saya untuk melakukan proses pembayaran biaya permohonan sim sebesar 100.000 rupiah ke bank BRI. Adapun loket bank BRI juga terdapat di dekat loket 1. Setelah melakukan pembayaran dan mendapatkan berkas data isian, maka saya diminta untuk mengisi berkas isian data pemohon, pengisian diminta menggunakan pensil 2B.(saya gatau alasannya kenapa harus pakai pensil, yang penting teman teman bawa pensil sendiri saja dari rumah karena kalau beli harga lumayan 3000 rupiah-ada pedagang nya, tapi kalau beruntung bisa dpet pinjeman gratis dr ibu polwan yang ada). Kebetulan saya dapat pinjaman jadi gratis.

Setelah selesai mengisi data pemohon lalu saya memberikan berkas kepada petugas di ruang Ujian toeri atau AVIS, sambil menunggu 1 batch rekan lain yang mau ujian juga, saya dipersilakan untuk membaca bca buku contoh soal ujian. Saya mendapatkan tempat duduk nomer 15. Pengalaman waktu itu tempat duduk nomer 14 sebelah saya mengalami gangguan karena tombol tidak bisa dipencet. Sedikit gambaran, bahwa setiap kursi dilengkapi dengan 2 buah tombol BENAR dan SALAH untuk menjawab pertanyaan saat ujian. Tak berselang lama ujian dimulai dan alhamdulilah saya merasa bisa menjawab denagn baik dan memang akhirnya nilai saya terbaik di kelas tersebut yaitu Benar 28 dari 30 soal.

Setelah selesai ujian teori, berkas dikembalikan ke saya dan saya diminta menuju ruang ujian simulator bersama rekan yang lain. Di ruang simulator sudah terdapat petugas dan 4 buah simulator motor. Petugas menjelaskan tata cara penggunaan simulator dan aturan aturan serta skor yang harus dicapai untuk mencapai kelulusan atau tidak. Dalam daftar antrian saya beruntung karena tidak menjadi yang pertama sehingga bisa melihat rekan lain duluan ujian. Saya mencoba memperhatikan agar nanti bisa lancar. Saya mendapatkan antrian kedua setelah seorang wanita muda di simulator motor nomer 1. Saya kemudian dipanggil oleh petugas untuk melakukan ujian, saya dipandu untuk menyalakan mesin di simulator lalu petugas membiarkan saya melanjutkan. Pada percobaan pertama saya jalankan motor pada kecepatan 30km/jam secara konstan dan waktu yang diberikan cukup mengantar motor sampai ke tempat tujuan akhir yaitu lambang Parkir, tempat dimana kita berangkat memuli simulator. Namun alangkah sialnya pada saat parkir tersebut saya mendapati warning bahwa simulator mengalami kecelakaan. Saya lihat motor menabrak lambang parkir, ini saya pikir karena saya tidak mengerem dan memberhentikan motor. Lalu petugas datang dan mempersilakan untuk mencoba untuk kedua kalinya. Yan gkedua kalinya saya sudah kehilangan konsentrasi dan ingin cepat segera menyelesaikan, akhirnya saya terlalu kencang menarik gas dan susah menontrol kecepatan motor sehigga saat di belokan saya terjatuh dan gugur. Petugas lalu meminta saya untuk mengulang ujian ini seminggu kemudian pada tanggal 29 Oktober 2014.

Saya merasa ujian simulator susah karena simulator yang ada memang jauh berbeda dengan motor yang riil yang biasa saya gunakan di jalan raya.Pengoperasian berbeda serta sensitifitas gas juga sangat berbeda. Namun dengan pengalaman tersebut saya sudah merasa yakin bahwa minggu depan saat ujian ulang akan bisa mengatasi.

Seminggu kemudian tanggal 29 Oktober 2014, saya kembali ke polwiltabes bandung untuk melakukan ujian ulang simulator. Saya tiba di lokasi pada pukul 08.30 dan petugas memang belum siap sehingga saya harus menunggu beberapa menit. Sekitar 5 menit menunggu akhirnua ujian dilaksanakan. Kali ini saya menggunakan simulator nomor 3. Pada percobaan pertama saya menjalankan simulator dengan baik sampai dekat dengan lokasi parkir FINISH, namun waktu saya kurang cepat sehingga perlu beberapa detik lagi untuk menyelesaikan dan akhirnya software otomatis close karena saya melebihi waktu yang diinginkan. Pada percobaan kedua saya inign mempercepat kecepatan agar bisa seperti minggu lalu dimana jika kecepatan rata-rata 30km/jam maka waktunya akan cukup. Namun dipercobaan kedua saya hanya bisa mengadjust gas untuk mendapat 20km/jam. saya coba naikkan gas namun tidak bisa mencapai 30 km/jam justru naik trus sampai 60-70 km/jam. Lalu saya turunkan lagi dan gas teradjust 20 km/jam lagi. Saya coba lagi naikkan ke 30 namun gagal lagi karena motor melaju dengan kecepatan tinggi. akhirnya saya menyadari bahwa ini keterbatasan dari simualtor yang susah untuk diadjust kecepatannya sehingga saya memilih stay pada posisi 20km/jam dengan harapan waktu akan nyampai. Namun tiba tiba software close dengan sendirinya dengan peringatan muncul sebelumnya “pelanggaran tidak menyalakan sein”. Saya bingung karena kalau tidak menyalakan sein harusnya hanya pengurangan nilai bukan kegagalan. Setelah melihat rekap hasil ujian ternyata kesalahan yang menyebabkan kegagalan adalah “salah mengikuti petunjuk arah”. Saya bingung sekali, dan coba menjelaskan ke petugas namun hal itu dianggap wajar dan saya diminta untuk mengulang minggu depan tanggal 5 november 2014.

Memang harus bersabar kalau untuk mendapatkan SIM C ini.

Dari pengalaman diatas saya memiliki beberapa saran yaitu:

1. Jika melihat dari performa dari simulator motor untuk ujian SIM ini, saya secara subjektif tidak puas dengan cara kerjanya karena pengoperasian dari simualtor ini jauh berbeda dengan riil motor. Untuk itu perlu standar yang sama untuk simulator sehingga perilakunya conform terhadap real motorcycle. Denagn keseuain ini maka ujian yang dilaksanakan akan lebih mencerminkan kemampuan dan kecapakan pemohon saat mengendarai speda motor.

2. Dengan adanya standar tersebut maka tidak ada perbedaan antara simulator 1 dan simulator 3 seperti yang saya rasakan di pengalaman saya.

Oleh karena itu, performa simulator sim perlu dikaji ulang sehingga bisa semakin riil dengan motor dengan melakukan pengetesan terhadapt simulator terhadap:

1. FUngsi dari masing masing komponen yang dinilai secara subjecktif (dinilai oleh instructut apakah mirip dengan reel motor atau tidak)

2. Fungsi dari maing masing komponen dinilai secara objectif(dinilai secara engineering respon time analog dan digital berapa detik, kemudian dinilai kecepatan akselerasi mesin dsb)

Performa yang baik simulator serta standar yang sama akan menghilangkan kekecewaan masyarakat terhadap kegagalan yang dialami saat melakukan ujian karena semua sistem bisa dijelaskan secara objektif bahwa peralatan memang layak digunakan untuk ujian sim.



Tulisan Pertama di 2013
January 6, 2013, 5:56 am
Filed under: Uncategorized

Kali ini aku akan membiarkan kata demi kata mengalir dalam lembaran  cerita di dunia maya ini. Tidak ada topik dan pembahasan khusus hanya sebuah tumpahan isi kepala yang mengalir. Saat ini lagi lagi terpikir dengan kurang puasnya aku terhadap apa yang ada di tanah airku. Sebagai negara yang belum menjadi apa apa di kancah dunia, pastinya banyak yang mengecewakan di negeriku ini. Kepadatan lalu lintas adalah hal yang pertama terlihat jika seseorang datang kesebuah tempat. Keteraturan dan kenyamanan sangat dirindukan untuk dapat berada di tengah tengah transportasi yang ada di negeriku. Tidak perlu jauh ke jakarta, di kota tempatku tinggal sekarang, kota bandung, aku sudah merasakan ketidaknyamanan dalam berkendara atau menikmati transportasi umum. Ini hanyalah salah satu ketidakpuasanku yang mungkin dirasakan juga oleh warga negara indonesia yang lain. Banyak sekali hal lain yang bisa disebutkan untuk melengkapai daftar ketidakpuasan terhadap apa yang ada di sekitar kita di negeri ini.

Opiniku menyebutkan bahwa hal kunci yang berperan penting untuk kemajuan sebuah negeri adalah karakter manusianya, karakter warga negaranya. Pembangunan karakter sangat memerlukan effort dan waktu yang banyak karena tidaklah mudah merubah kebiasaan seseorang, budaya seseorang apalagi budaya ratusan juta orang. Hal yang simple seperti keteraturan dalam mengantri saja susah dapat ditemui di negeri ini. Apalagi hal hal besar yang nantinya berpengaruh terhadap keteraturan suatu wilayah. Selain itu, aku juga sangat kecewa dengan suatu sistem yang dibangun baik tapi diimplementasi tidak baik. Khususnya di dalam pemerintahan atau birokrasi di negeri ini. Karena karakter manusianya yang tidak memuaskan, sistem yang dibangun baik pun akan diambil celah celahnya untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Kasus kasus korupsi bertebaran di negeri ini karena sistem yang dibuat memang diatur sedemikian rupa untuk dimanipulasi. Semuanya seperti sudah mengakar dan teratur sehingga mudah untuk diteruskan. Akupun bertanya darimana untuk memulai merubahnya. Dari diri sendiri itu pasti, namun untuk skala yang lebih besar, semua orang harus sepaham untuk memulai dari diri sendiri. Untuk memulai dari sendiri pun harus diawali dengan kesadaran hati masing masing.

Sebuah harapan besar aku berikan kepada generasi muda indonesia, karena di tangan generasi inilah 30 tahun indonesia di masa depan ada. Apakah tetap seperti saat ini, atau membaik atau justru malah terpuruk. Pegang nilai nilai untuk menghadapi arus kejahatan birokrasi dan sistem di negeri ini.



Renungan Masa Lalu dan Masa Depan dari Sekelumit Perjalanan di Tanah Eropa
July 22, 2012, 2:56 pm
Filed under: Uncategorized

Sudah dua minggu lebih aku di negara ini, sebuah negara yang mampu menginspirasiku. Menginspirasi langkah langkahku untuk berfikir dan berhasrat untuk kembali mengingat visi visi itu. Pikiranku kembali terbang melayang beberapa tahun yang lalu saat sebuah pesan diberikan kepada kami dari seorang pembimbing yang luar biasa yang tidak pernah kehilangan semangatnya. Pesan yang sederhana tapi mampu bersemayam di dalam hati kami, sebuah pesan dari seorang pengajar di jurusan teknik fisika intitut teknologi bandung. Pesan beliau diawali dengan adanya sebuah runtutan peristiwa pada tahun 2007. Pada waktu itu awal tahun 2007, kami teknik fisika ITB angkatan 2004 berhasil menjalankan rencana kami untuk mengadakan kuliah kerja ke malaysia setelah melewati drama yang luar biasa. Kegiatan yang pastinya memerlukan biaya besar itu di inspirasi oleh seorang dari kami yang disambut baik dan didorong oleh Kepala Jurusan yang siap membantu untuk melancarkan kegiatan ini. Sebenarnya aku pun tidak tahu kenapa beliau sangat bersemangat membantu kegiatan yang notabene boros dan menghabiskan banyak dana ini. Tapi karena saat itu aku berfikir bahwa ini adalah kesempatan yang luar biasa karena aku belum pernah ke luar negeri maka aku pun semangat untuk acara ini. Apalagi rencana kami semua peserta akan dibebaskan dari biaya-biaya mahal kecuali untuk pembuatan passpor. Praktis kita hanya cukup menyediakan uang sekitar 200 ribu untuk pembuatan passpor. Semua panitia mulai bekerja sampai pada akhirnya kami temukan kendala masalah biaya(masalah klasik yang pasti muncul). Masalah dana ini muncul karena dana yang dibutuhkan belum terkumpul pada waktu yang ditetapkan. Saat tiket pesawat harus dibooking dan dibayar ternyata dana belum mencukupi. Bukan tidak mudah meyelesaikan permasalahan ini, karena uang yang diperlukan tidak sedikit. Sebuah ide cemerlang muncul untuk meminta dana pada peserta untuk melakukan pembayaran tiket pesawat dengan metode distribusi silang. Semua peserta dibagi menjadi kelompok2 berdasarkan kemampuan ekonominya untuk kemudian antar kelompok tersebut saling membantu satu sama lain. Beberapa orang mulai tidak berkeinginan ikut dengan adanya biaya tambahan ini karena tidak sesuai rencana awal yaitu tanpa biaya. Baru sesaat masalah selesai, muncul masalah kedua yang lebih berat dan datang di saat saat akhir pemberangkatan. Permohonan bebas fiskal yang kami ajukan ternyata ditolak sehingga praktis puluhan orang ini harus menyiapkan dana masing masing 1 juta rupiah untuk membayar fiskal. Dana puluhan juta diperlukan dalam waktu singkat. Aku ingat sekali berita ini datang jumat siang sedangkan kita harus berangkat di senin pagi. Berbagai usaha kami lakukan agar peserta tidak perlu membayar dana ini dari kantong pribadi, usaha-usaha tersebut berhasil dan dalam waktu 1,5 hari kami berhasil mengumpulkan dana puluhan juta rupiah. Dan pada akhirnya minggu sore yang indah itu kami berkumpul dengan pembimbing kami untuk membahas permasalahan yang ada. Sore itu, kami berkumpul di depan sekretariat himpunan setelah semangat mencari kekurangan dana puluhan juta rupiah itu. Beberapa saat kemudian datanglah beliau bersama staf pengajar yang lain, kami terdiam mendengar beberapa pesan beliau yang kuarng lebih dapat aku sarikan sebagai berikut:

  1. Beliau sampaikan alasan dan latar belakang mengapa kami di beri tantangan untuk menjalankan kegiatan yang menghabiskan banyak biaya dan tidak mudah ini. Sangat sederhana yaitu agar kami mampu melihat ke luar apa yang terjadi di negera tetangga secara teknologi dan kemajuan yang dicapai sehingga dapat dibandingkan dengan apa yang ada di indonesia. Dengan ini harapannya kami memiliki semangat untuk membangun bangsa ini, mendapat suntikan inspirasi untuk memajukan bangsa ini.
  2. Mengapa kami diberi tantangan ini adalah agar kami menjadi orang orang yang punya semangat. Semangat menghadapi tantangan, mengahadapi kendala karena hal inilah yang akan kami hadapi nanti saat sudah keluar dari kampus ini. Beliau mengajarkan kami untuk selelu bersemangat dan tidak pernah menyerah:”never ever surrender, never ever give up”. Begitu pesan beliau yang akan selalu kami ingat.

Adapun beberapa fakta lain yang membuat kami tercengang adalah kesiapan beliau dalam membantu kami. Beliau membiarkan kami menghadapi masalah-masalah dan menyelesaikannya padahal sebenarnya beliau sudah mempunyai solusinya. Kami diberikan tantangan untuk meyelesaikan dengan kekuatan kami sebelum beliau memberikan bantuannya.

 

Seperti itulah ingatan di kepalaku yang kembali muncul setelah aku berada disini. Pertanyaannya adalah apakah kaitan dari cerita yang terjadi tahun 2007 tersebut dengan apa yang aku alami sekarang di tahun 2012. Dua minggu menikmati suasana jerman membuatku berpikir tentang pesan yang aku dengar di tahun 2007 yaitu “kalian harus melihat ke luar dan tahu apa yang terjadi disana sehingga akan melecut semangat kalian untuk berbuat sesuatu”. Kalimat inilah yang sekarang ini menghampiri diriku, banyak yang aku lihat di negara ini dan belum ada di negaraku. Suatu hal yang simple namun sulit diterapkan, keteraturan, kerapian semuanya serba positif. Sebagai contoh adalah jadwak kereta dimana ketepatan waktu adalah melekat di jadwal keberangkatn dan kedatangan kereta. Hal ini belom bisa terjadi di indonesia. Sepertinya hal yang simple nyatanya belum bisa dicapai di indonesia. Terus berjuang untuk indonesia tanah airku. Indonesia Tanah Air Beta.  



banyak membaca = malas berpikir ???
February 29, 2012, 1:11 pm
Filed under: Uncategorized

Hari ini aku sedikit tergelitik dengan satu kalimat : “banyak membaca = malas berpikir” yang menurut sumbernya kalimat ini berasal dari Albert Einsten : “Membaca, setelah jangka waktu tertentu, terlalu banyak mengalihkan pikiran dari upaya kreatifnya. Siapapun yang membaca terlalu banyak dan menggunakan otaknya terlalu sedikit jatuh ke dalam kebiasaan malas berpikir.”

Menurutku kalimat ini harus diterjemahkan dengan sedikit bijak agar tidak membuat persepsi yang buruk tentang membaca. Kalimat yang mengungkapkan bahwa membaca membuat malas berpikir muncul dengan dilatarbelakangi oleh kondisi seseorang yang penat dan jenuh membaca berbagai macam kalimat yang muncul di akun2 sosial media seperti F*ceb**k, tw*tt*r dan lainnya.

Dengan dua kondisi tersebut maka dapat saya sarikan bahwa membaca itu harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Segala hal yang kita tidak mampu mengontrolnya akan menjadi sesuatu yang buruk bagi diri sendiri. Saya sebagai muslim akan selalu ingat bagaimana Allah memberikan wahyu pertamanya kepada Rasulullah dengan kata:”Iqra’”  yang jika diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia adalah “bacalah”

 

Memang untuk melakukan tafsir terhadap bahasa qur’an perlu ilmu yang cukup. Namun surat ini bisa dijadikan awalan untuk berpikir bahwa “banyak membaca” itu bukan berarti “malas berpikir”. Justru menurut saya, semakin banyak membaca kita akan semakin banyak berpikir. Aku merasa membaca adalah awal dari ilmu pengetahuan, membaca adalah awal dari meninggalkan kebodohan. Coba kawan-kawan ingat bagaimana waktu kecil dulu saat pertama kali belajar membaca. Orang tua pasti sangat bangga dan menceritakan kepada para tetangga dan teman teman bahwa anaknya mampu membaca. Dengan membaca kita membuka mataterhadap apa yang ada di dunia. Seperti itulah kehebatan membaca, sangat berarti dalam kehidupan manusia. Belajar apapun mulai dari mempelajari ilmu agama, ilmu komunikasi, ilmu hidup semuanya berawal dari membaca.

Sebelumnya telah aku sampaikan begitu luar biasanya guna membaca. Akan tetapi, kita harus waspada terhadap informasi. Informasi lah yang akhirnya membuat kita memiliki persepsi terhadap apa yang kita baca. Banyak sekali informasi yang mungkin tidak berguna bagi kita dan itulah yang akan membuat kita jenuh dan akhirnya menjadi malas membaca. Hal ini seperti dicontohkan apabila kita membaca informasi informasi yang kurang berguna di social media. Oleh karena itu, kita harus mampu melakukan filtering dan penyaringan informasi yang akan kit abaca. Selain itu, kemampuan menginterpretasikan apa yang dibaca terhadap suatu informasi juga menjadi hal penting. Tindakan interpretasi inilah yang memerlukan akal pikiran manusia sehingga saat membaca maka akan semakin berpikir.

Akhirnya aku pun berkesimpulan: rajinlah membaca, saringlah informasinya dan latihlah otak untuk interpretasinya.



Detik-Detik Menjelang Rencana Besar
October 11, 2011, 4:17 pm
Filed under: Uncategorized

Kekalahan Tim Nasional Indonesia malam ini memicuku untuk tidak segera memejamkan mata seperti hari biasanya. Di tengah kesendirian dengan kekecewaan malam ini kubuka kembali netbook kecil yang tiada terasa sudah menemaniku lebih dari setahun. Benda mungil ini yang menerima hentakan jari-jariku untuk menghasilkan tulisan-tulisan gambaran isi hati.

Bulan ini, bulan Oktober 2011 adalah hari-hari setelah sebulan aku menikmati sejuknya udara bandung di pagi hari. Sebulan lebih menikmati dinginnya udara pagi menempuh perjalanan Cisitu-Soekarno-Hatta. Cukup banyak perubahan yang aku rasakan setelah masuk ke lingkungan baru setelah meninggalkan PT. Bank Rakyat Indonesia(Persero), Tbk akhir Agustus 2011 lalu. Perubahan ini adalah salah satu “Rencana Besar” yang telah aku siapkan dan aku benar-benar menikmati ini semua. Alhamdulilah, Syukur kepada Allah bahwa bagian dari “Rencana Besar” ku ini dilancarkan oleh Nya. Semakin aku menjauhi Oktober ini, semakin aku mendekati “Rencana Besar” itu.

“Rencana Besar” ini pun sudah lama bertengger di status BBM ku, karena sungguh setiap langkah hidupku akan selalu penuh dengan Rencana-Rencana Besar yang merubah hidupku menuju visi-visi itu. Dua kara ini mengutip dari sebuah lagu Padi di Album “Tak Hanya Diam”. Lagu ini sering sekali aku dengar beberapa tahun yang lalu saat kerap menyandarkan bahuku pada jok sebuah mobil karimun biru seorang sahabatku. Aku sengaja membeli kaset Padi untuk album ini untuk dipanjar di karimun biru itu. Sebait liriknya:

“Bila firasat ini memang benar memilikimu adalah maksud

Dari sebuah RENCANA BESAR ,merubah hidupku

Its been years since we met and days had gone by

Now its the time to make up my mind

And I hope that we can make it to the end”

Seperti itulah rencana besar, akan sangat sangat merubah hidupku dan saat ini adalah detik-detik menjelang rencana besar yang merubah hidupku. Dalam hitungan hari semua itu akan hadir, akan datang. Sebuah langkah besar yang sudah aku pikirkan sejak usiaku masih 20 Tahun yang saat itu aku pun tidak tahu akan seperti apa Rencana Besar ini aku lakukan. Saat itu aku hanya berpikir dan berharap bahwa Rencana Besar ini bisa aku lewati pada umur 24 Tahun, namun ternyata Allah berkehendak lain. Usia 24 sudah lewat dan akupun belum mendapatkan Rencana Besar itu. Akan tetapi semua itu tidak lewat begitu saja, Allah pun memberikan jawaban dengan memberikan dan mengirimkan semuanya untukku hingga detik ini. Iya, detik ini dimana semua Rencana Besar itu sudah tersusun sedemikian rupa untuk dilaksanakan 46 hari lagi.

Aku akan selalu berdoa kepada Allah Swt, smoga semua Rencana Besarku ini berjalan dengan baik, dengan lancar diberikan kemudahan semua urusan. Dan tentunya persiapan persiapan itu tetap harus dilakukan dengan sisa waktu yang ada agar Siap Fisik, Siap Mental, Siap Financial, Siap Sosial… Amin



Kembali Bersemangat
March 31, 2011, 6:52 pm
Filed under: Uncategorized

Aku tahu bahwa hidup ini bagaikan sebuah roda yang berputar yang kadang kita ada di atas dan kadang ada di bawah. Sebuah ujian dari Allah adalah saat kita berada di bawah roda putaran hidup tersebut. Disinilah kekuatan hati seorang manusia dipertaruhkan(bahasanya). Pada kondisi seperti ini, kita kadang merasa lemah dan berputus asa akan rahmat Allah, padahal ini tidak diperbolehkan. Kecepatan untuk melakukan recovery dan menemukan kembali semangat hidup sangatlah penting dalam kondisi seperti ini. Seorang yang sungguh berarti dalam hidupku berkata: “aku yakin, akan muncul terang setelah gelap”. Pada saat ini mungkin hanya ada satu yang menjadi senjata pamungkas yang perlu digunakan yaitu keyakinan, keyakinan bahwa memang akan datang terang setelah gelap itu. Seandainya keyakinan inipun tidak ada, maka aku tidak tahu bagaimana jadinya dan mungkin kita akan semakin terpuruk.

Satu hal yang penting menurutku dalam kita menjalani hidup adalah sebuah antusiasme. Antusiasme ini bisa dipicu dengan suatu target atau visi atau mimpi di setiap kita menghirupkan nafas. Aku benar-benar merasakan kapan saat aku tidak punya sesuatu yang dikejar dalam hidup lalu menemukan kembali apa yang harus dikejar. Sungguh sangat berbeda semangat yang terasa.

Keyakinan dan semangat yang dibutuhkan saat kita berada pada putaran terendah akan sangat bergantung dimana lingkungan kita berada, siapa orang di sekitar kita dan sebesar apa pemahaman kita tentang hidup. Lingkungan yang kondusif dan teman-teman yang mampu mengingatkan saat kita sulit sangatlah berpengaruh dalam hal ini. Pemahaman tentang hidup ini maksudnya adalah bagaimana sudut pandang dan apa yang ingin dicapai dalam hidup kita yang singkat ini. Apabila kita selalu ingat bahwa hidup ini hanyalah sebentar dan sangat sangat sebentar pastinya sebuah penyesalan dan kebahagiaan dalam hidup dapat kita kendalikan karena semua itu hanya b ertahan dalam sesaat. Kebahagiaan dan penyesalan yang abadi adalah saat nanti kita berada di akherat nanti.

Saat ini mungkin satu sisi dalam hidupku ada kegelapan itu, namun disisi lain seberkas sinar telah datang untuk membuat semuanya menjadi terang kembali. Sebuah titik cerah semangat yang mampu membuatku kembali menata mimpiku. Semua mimpi-mimpiku yang sudah aku tuliskan dalam catatan yang memang kadang mampu mengembalikan semangat semangat itu. Saat ini adalah saat yang tepat untuk merangkai mimpi membentuk diri mau jadi seperti sisa hidupku nanti. Ayo ayo kembali semangat, kembali bermimpi, kembali bervisi dengan semangat itu…..




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.