Filed under: Uncategorized
Hari ini aku sedikit tergelitik dengan satu kalimat : “banyak membaca = malas berpikir” yang menurut sumbernya kalimat ini berasal dari Albert Einsten : “Membaca, setelah jangka waktu tertentu, terlalu banyak mengalihkan pikiran dari upaya kreatifnya. Siapapun yang membaca terlalu banyak dan menggunakan otaknya terlalu sedikit jatuh ke dalam kebiasaan malas berpikir.”
Menurutku kalimat ini harus diterjemahkan dengan sedikit bijak agar tidak membuat persepsi yang buruk tentang membaca. Kalimat yang mengungkapkan bahwa membaca membuat malas berpikir muncul dengan dilatarbelakangi oleh kondisi seseorang yang penat dan jenuh membaca berbagai macam kalimat yang muncul di akun2 sosial media seperti F*ceb**k, tw*tt*r dan lainnya.
Dengan dua kondisi tersebut maka dapat saya sarikan bahwa membaca itu harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Segala hal yang kita tidak mampu mengontrolnya akan menjadi sesuatu yang buruk bagi diri sendiri. Saya sebagai muslim akan selalu ingat bagaimana Allah memberikan wahyu pertamanya kepada Rasulullah dengan kata:”Iqra’” yang jika diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia adalah “bacalah”
Memang untuk melakukan tafsir terhadap bahasa qur’an perlu ilmu yang cukup. Namun surat ini bisa dijadikan awalan untuk berpikir bahwa “banyak membaca” itu bukan berarti “malas berpikir”. Justru menurut saya, semakin banyak membaca kita akan semakin banyak berpikir. Aku merasa membaca adalah awal dari ilmu pengetahuan, membaca adalah awal dari meninggalkan kebodohan. Coba kawan-kawan ingat bagaimana waktu kecil dulu saat pertama kali belajar membaca. Orang tua pasti sangat bangga dan menceritakan kepada para tetangga dan teman teman bahwa anaknya mampu membaca. Dengan membaca kita membuka mataterhadap apa yang ada di dunia. Seperti itulah kehebatan membaca, sangat berarti dalam kehidupan manusia. Belajar apapun mulai dari mempelajari ilmu agama, ilmu komunikasi, ilmu hidup semuanya berawal dari membaca.
Sebelumnya telah aku sampaikan begitu luar biasanya guna membaca. Akan tetapi, kita harus waspada terhadap informasi. Informasi lah yang akhirnya membuat kita memiliki persepsi terhadap apa yang kita baca. Banyak sekali informasi yang mungkin tidak berguna bagi kita dan itulah yang akan membuat kita jenuh dan akhirnya menjadi malas membaca. Hal ini seperti dicontohkan apabila kita membaca informasi informasi yang kurang berguna di social media. Oleh karena itu, kita harus mampu melakukan filtering dan penyaringan informasi yang akan kit abaca. Selain itu, kemampuan menginterpretasikan apa yang dibaca terhadap suatu informasi juga menjadi hal penting. Tindakan interpretasi inilah yang memerlukan akal pikiran manusia sehingga saat membaca maka akan semakin berpikir.
Akhirnya aku pun berkesimpulan: rajinlah membaca, saringlah informasinya dan latihlah otak untuk interpretasinya.
1 Comment so far
Leave a comment
setelah terjadinya evolusi manusia,maka manusia mulai berhomo saphien.tentu dalam berpikir sesuatu pasti ada konsep objek yang mau dicapai.jadi membaca bukan membuat malas berpikir,membuat kita malas berpikir adalah tidak mengerti makna kalimat tersebut sehingga evidence tidak muncul, jadi bagaimana dalam sebuah buku bisa membuat orang tidak malas berpikir yaitu dengn metode dan mengerti apa isi kalimat dan makna yang akan di terangkn.
Comment by fabio April 14, 2012 @ 4:48 am