Penggalan Kisah


Detik-Detik Menjelang Rencana Besar
October 11, 2011, 4:17 pm
Filed under: Uncategorized

Kekalahan Tim Nasional Indonesia malam ini memicuku untuk tidak segera memejamkan mata seperti hari biasanya. Di tengah kesendirian dengan kekecewaan malam ini kubuka kembali netbook kecil yang tiada terasa sudah menemaniku lebih dari setahun. Benda mungil ini yang menerima hentakan jari-jariku untuk menghasilkan tulisan-tulisan gambaran isi hati.

Bulan ini, bulan Oktober 2011 adalah hari-hari setelah sebulan aku menikmati sejuknya udara bandung di pagi hari. Sebulan lebih menikmati dinginnya udara pagi menempuh perjalanan Cisitu-Soekarno-Hatta. Cukup banyak perubahan yang aku rasakan setelah masuk ke lingkungan baru setelah meninggalkan PT. Bank Rakyat Indonesia(Persero), Tbk akhir Agustus 2011 lalu. Perubahan ini adalah salah satu “Rencana Besar” yang telah aku siapkan dan aku benar-benar menikmati ini semua. Alhamdulilah, Syukur kepada Allah bahwa bagian dari “Rencana Besar” ku ini dilancarkan oleh Nya. Semakin aku menjauhi Oktober ini, semakin aku mendekati “Rencana Besar” itu.

“Rencana Besar” ini pun sudah lama bertengger di status BBM ku, karena sungguh setiap langkah hidupku akan selalu penuh dengan Rencana-Rencana Besar yang merubah hidupku menuju visi-visi itu. Dua kara ini mengutip dari sebuah lagu Padi di Album “Tak Hanya Diam”. Lagu ini sering sekali aku dengar beberapa tahun yang lalu saat kerap menyandarkan bahuku pada jok sebuah mobil karimun biru seorang sahabatku. Aku sengaja membeli kaset Padi untuk album ini untuk dipanjar di karimun biru itu. Sebait liriknya:

“Bila firasat ini memang benar memilikimu adalah maksud

Dari sebuah RENCANA BESAR ,merubah hidupku

Its been years since we met and days had gone by

Now its the time to make up my mind

And I hope that we can make it to the end”

Seperti itulah rencana besar, akan sangat sangat merubah hidupku dan saat ini adalah detik-detik menjelang rencana besar yang merubah hidupku. Dalam hitungan hari semua itu akan hadir, akan datang. Sebuah langkah besar yang sudah aku pikirkan sejak usiaku masih 20 Tahun yang saat itu aku pun tidak tahu akan seperti apa Rencana Besar ini aku lakukan. Saat itu aku hanya berpikir dan berharap bahwa Rencana Besar ini bisa aku lewati pada umur 24 Tahun, namun ternyata Allah berkehendak lain. Usia 24 sudah lewat dan akupun belum mendapatkan Rencana Besar itu. Akan tetapi semua itu tidak lewat begitu saja, Allah pun memberikan jawaban dengan memberikan dan mengirimkan semuanya untukku hingga detik ini. Iya, detik ini dimana semua Rencana Besar itu sudah tersusun sedemikian rupa untuk dilaksanakan 46 hari lagi.

Aku akan selalu berdoa kepada Allah Swt, smoga semua Rencana Besarku ini berjalan dengan baik, dengan lancar diberikan kemudahan semua urusan. Dan tentunya persiapan persiapan itu tetap harus dilakukan dengan sisa waktu yang ada agar Siap Fisik, Siap Mental, Siap Financial, Siap Sosial… Amin




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.